Selasa, 19 Juli 2016
Embun Pagi di Danau Tanralili
Agenda rutin tiap tahunnya adalah reuni alumni KSR UIN Alauddin Makassar. Bukan reuni arisan, atau kumpul di mall, tapi reunian di alam bebas. Tahun ini berarti untuk kedua kalinya. Setahun lalu sempat kecewaaa sekali, soalnya tiba-tiba tamu bulanan datang sehari sebelum keberangkatan, padahal peralatan pribadi sudah siap. Bersyukur tahun ini bisa ikutan, rencana sudah jauh-jauh hari sebelumnya. Tanggal akhirnya diputuskan 9-10 Juli 2016. Berarti saya dan adik saya bisa ikutan karena kami tidak lebaran di kampung. Tau sendirilah kalau lebaran di kampung, kami harus mengikuti jadwal orang tua yang harus berkeliling ke rumah keluarga dan itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Kembali ke tanralili, mungkin namanya niat, dari dulu sudah pengen kesini bersama teman ladiesku, tapi ada saja halangan. Akhirnya setelah perundingan di grup alumni ksr, diputuskan lokasi kali ini di Danau Tanralili. Awalnya saya kira, tanralili adalah desa di Kabupaten Maros. Ternyata oh ternyata setelah searching sana-sini, saya baru tau kalau letaknya di Kabupaten Gowa, tepatnya di kaki gunung bawakaraeng, berdekatan dengan ramma (searching kalau tidak tau ramma ya).
Singkat cerita, saya dan adik sudah minta izin kepada orang tua. Searching peralatan juga sudah, tapi saya belum dapat carrier yang pas di badan dan berwarna pink (hahaha). Alhasil pinjamlah dengan berat hati ke tetangga sekalian pinjam tendanya.
Persiapan tim juga sudah lengkap, dan akhirnya hari H tiba. Biasalah ngaretnya minta ampuun. Disuruh kumpul di rumah jam 8.30 pagi, berangkat jam 10 paling telat, eh ini malah berangkat jam 12 siang. Belum lagi singgah di minimarket, belum lagi singgah pinjam peralatan yang kurang, belum lagi singgah di mesjid untuk shalat. Daaan kami berangkat sekira jam 1 siang dari mesjid di kabupaten Gowa menuju Malino. Perjalanan memakan waktu sekira 3 jam, karena disertai hujan yang deras. Tiba di Pasar Malino, rombongan kami singgah dulu untuk istirahat sejenak di rumah salah satu alumni. Sambil menghangatkan badan dan makan sore (mie serta nasi). Setelah itu shalat Ashar.
Jam 5 lewat kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Lengkese, desa dimana awal mulai kita berjalan. Jalanan yang berbelok-belok, tanjakan dan turunan membuat rombongan kami berhati-hati membawa kendaraan, apalagi bekas hujan membuat jalanan licin. Perjalanan menuju desa ini terbilang mudah dengan penunjuk arah yang terpasang, tapi kalau bingung bisa tanyakan langsung ke penduduk sekitar. Asal tau saja, di antara kami belum pernah ke Danau Tanralili ( jangan dituruti ya).
Tiba di Desa Lengkese kami memarkir motor di samping gedung pengamatan gunung bawakaraeng. Setelah itu shalat magrib di rumah warga, setelah itu kami menuju rumah warga, di sana kami registrasi dan membayar masing-masing Rp 5000/orang. Karena sudah malam dan di antara kami tidak ada yang mengetahu jalurnya, maka kami disarankan untuk ikut rombongan yang lain.
Alhamdulillah rombongan yang lain sudah tiba, kami bersama berjalan menuju jalur ke Danau Tanralili. Dan ternyata mereka taunya jalur lama dan jalur lama sudah ditutup bahkan sudah tertutup semak belukar. Akhirnya 2 kali kami mencari jalan baru deh dapat jalur yang baru. Dan tentu saja jalur yang baru lebih jelas terlihat.
Perjalanan dimulai dengan tanah yang landai, kemudian disusul tanjakan berbatu. Jalan landai lagi, kemudian turunan, tanjakan. Kira-kira ada 3 tanjakan yang betul-betul menguras energi. Saya beberapa kali istirahat tiap kali melihat batu besar untuk diduduki, karena tidak adanya tanah yang datar. Perjalanan kami tempuh kurang lebih 3 jam. Hampir pukul 11 malam kami tiba, dan langsung membuat tenda, yang lain memasak makanan.
Pagi hari menjelang, kami disibukkan oleh kegiatan masing-masing, ada yang memasak, foto-foto, dan ada yang asyik menikmati suasana danau tanralili.
Tepat jam 10 pagi, kami kemudian mengemasi barang dan kembali ke Desa Lengkese. Di sinilah, pemandangannya yang benar-benar indah bisa kita saksikan bersama. Jalur yang terjal, panas matahari yang terik, dan juga beban di pundak tidak menyurutkan langkah kami, dan sesekali untuk mengambil gambar mengabadikannya dalam kamera masing-masing. Pukul 13.00 wita, kami tiba di Desa Lengkese dan hujanpun seolah sepakat untuk membiarkan kami tiba terlebih dahulu sebelum membasahi bumi.
Rabu, 29 Juni 2016
Dari Kota ke Desa, Mudik?!!! Oh Nooooo!!!!
Lebaran sebentar lagi...
Lebaran sebentar lagi...
Seperti tahun-tahun sebelumnya, mendekati hari lebaran, beberapa orang sudah mulai memikirkan mudik. Kebiasaan di negara kita ini, kalau lebaran ya harus mudik ke desa atau kampung halaman tercinta. Kebiasaan ini sudah turun temurun loh. Rasanya ga lengkap kalau tidak lebarang dengan keluarga tercinta. Coba deh cek atau searching di mbah google mengenai negara mana saja yang tingkat mudiknya tinggi di saat menjelang lebaran.
Sesuai tema minggu ini, apa yang tidak menyengkan saat mudik lebaran? Untuk tema kali ini, saya tidak bisa mengambil banyak dari pengalaman saya sendiri, karena yang namanya mudik sebenarnya saya tidak mudik, karena kampung halaman saya di sini, kota saya sendiri. Tapi karena keluarga dari ibu yang berasal dari daerah lain, ya mau tidak hampir tiap tahun kami sekeluarga lebaran di sana.
Nah, untuk menjawab beberapa pertanyaan terkait tema di atas, saya rangkum hasil wawancara saya via whatsapp dari beberapa sumber. Sumbernya juga adalah teman dan kerabat dekat, yah boleh dikata tiap tahun mereka mudik lebaran.
1. Rasa tidak aman.
Rumah yang ditinggalkan mudik tentu saja membuat kita was-was dan membuat rasa tidak aman. Selalu kepikiran jangan sampai ada tamu tak diundang yang masuk (jangan sampai deh). dan juga rasa tidak aman dalam perjalanan. Entah perjalanannya jauh atau dekat. Apalagi kalau naik angkutan umum, harus lebih waspada. Jangan sampai ada pencopet atau perampok.
2. Terlalu kacau dan sesak.
Ini menyangkut banyaknya orang yang bersamaan mudik, akhirnya suasana di terminal, bandara, stasiun, apalagi jalanan menjadi sesak dan bahkan kacau.Orang-orang pada tidak sabaran, ingin secepatnya kembali ke kampung halaman bertemu dengan keluarga tercinta
3. Antrian panjang.
Untuk menghindari antrian yang panjang, sebaiknya datang ke bandara/ terminal/stasiun lebih cepat dari biasanya. Ini bisa juga antrian di jalan masuk tol.
4. Terlalu merepotkan.
Makin banyak anggota keluarga, makin remponglah mudik kita. misalnya yang satu mau ke sini dulu, yang satunya harus ditunggu dulu. Ini melatih kesabaran kita dalm bertoleransi.
5. Capek
Durasi perjalanan yang lama membuat kita lelah, lelah hati dan raga ini. (ih koq mulai lebay) Termasuk juga bagi yang membawa kendaraan pribadi, pastilah lebih berasa capeknya.
6. Jaringan internet yang timbul tenggelam.
Kalau kalian terbiasa dengan internet, yah pastilah persoalan ini menjadi hal yang paling tidak menyenangkan. Bagaimana tidak, tiap hari buka sosial media dan tiba-tiba jaringan internet di kampung tidak bagus. Timbul tenggelam seperti perasaan ini (hahaha).
7. Mudik sendiri.
Pernyataan ini dari sumber yang lagi jomblo. Kalau ada yang mau daftar, silahkan.
8. Jauh darimu.
Mancing baper deh, ini nih yang punya pacar di kota terus mau mudik jadi baper deh karena jauh dari si dia.
9. Packing baju.
Kalau ini sih, orang yang tidak biasa packing ya pastilah agak rempong dengan packing baju. Tahu tidak, kalau packing baju itu ada tekniknya supaya tas atau koper bisa muat banyak barang.
10. Macet.
Ini memang menjadi hal yang selalu ada tiap tahunnya, eh bukan saja tiap tahun, bahkan tiap ada liburan panjang pastilah jalanan macet. Macet di jalan raya, di tol, di jalan poros antar kabupaten. Macet di jalanan menuju bandara. (Asalkan tidak macet ke hatimu)
11. Jauh
Jarak jauh atau dekat menurut saya relatif sih. Bisa saja berbeda pulau tapi waktu tempuhnya yang cepat, misal dengan menggunakan pesawat bisa tiba dengan cepat. Sedangkan tempat mudik yang berada 1 pulau bisa saja ditempuh berjam-jam disebabkan karena macet.
12. Memasuki suasana rumah, jadi teringat keluarga yang telah tiada.
Terkhusu buat kalian yang salah satu atau mungkin lebih anggota keluarganya yang telah tiada memang lebih berasa sedih saat mudik lebaran.
13. Ditanya pertanyaan yang tidak jelas penanyanya ngapain tanyain.
Ini salah satu contoh pertanyaannya, “ sudah punya pacar belum di kota?”. Ini maksudnya apa coba? Apa karena sudah bosan tanya “kapan nikah?” (hahahaha)
Mungkin itu beberapa yang bisa saya rangkum dari beberapa sumber saya yang memang sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing. Kalau kamu? Share donk pengalamannya.
Rabu, 22 Juni 2016
Ceritaku di Bulan Ramadhan
Demikianlah petikan terjemahan ayat Al Quran QS. Al Baqarah ayat 183. Ramadhan telah tiba, setelah kita menunggu selama setahun. Alhamdulillalh kita dipertemukan lagi dengannya. Ibarat seorang kekasih yang dipisahkan selama setahun dan dipertemukan kembali. Apakah kalian bisa membayangkan betapa rindunya. Bukankah jarak dan ruang yang memisahkan berefek rindu yang makin besar.
Saya memilih judul ini karena mau menceritakan beberapa rutinitas di bulan Ramadhan. Seperti yang kita tahu tahun ini sudah memasuki bulan Ramadhan 1437 H. Menjalani aktivitas selama bulan Ramdhan bukan perkara gampang saudara-saudari sekalian. Bukan hanya orang yang beragama muslim, bahkan non muslim mungkin yang tinggal di negara yang mayoritas penduduknya beragama muslim. Lihat saja di tivi banyak menayangkan iklan bumbu masak dan masakannya, sirup, sarung, dan segala macam yang berbau Ramadhan. Apakah ini bukan semacam toleransi kepada umat muslim? Warung ditutup pada siang hari, apalagi di daerah saya sendiri. Kalaupun ada warung, rumah makan, ataupun restoran buka di waktu siang, diharuskan memberikan semacam tirai agar orang-orang yang berpuasa tidak melihat aktifitas di dalamnya.
Ah cukuplah bicara soal itu. Mari kita kembali ke beberapa hal mungkin bisa saya urai di sini yang termasuk rutinitas dalam bulan Ramadhan yang mungkin saja berbeda di bulan yang lain atau bahkan mungkin masih sama. Ini beberapa contohnya :
1. Bangun dini hari.
Bangun dini hari antara jam 3 atau jam 4, untuk memasak makanan sahur. Kalau saya sih mengakalinya dengan mengolah semua bahan di waktu sebelum berbuka puasa terus disimpan di kulkas. Saat waktu sahur, semua yang sudah diolah tinggal dimasak atau bahkan ada yang hanya dipanaskan. Ini menghemat waktu, apalagi kalau bangun dini hari untuk memasak konsentrasi bisa menurun karena kantuk.
2. Sahur bersama.
Moment ini sangat penting untuk ajang berkumpul dan bercerita bersama keluarga, apalagi kalau masing-masing anggota keluarga sibuk dengan urusan masing-masing. Ini sama halnya pengganti sarapan pagi.
3. Shalat jamaah di mesjid ataupun di rumah.
Kalau hari di luar Ramadhan jarang ke mesjid, ini malah subuh pun mesjid ramai dengan jamaah. Entah mereka memang niat ke mesjid atau hanya bertemu dengan ehm. Apalagi shalat Isya dan Tarawih, jamaahnya ramai pakai sekali. Tapi dari beberapa pengalaman bertahun-tahun, mesjid ramai saat 1-2 minggu awal Ramadhan. Selanjutnya ya, kalian tahulah kemana jemaahnya.
4. Tadarrus.
Kegiatan ini yang membuat ramai mushallah kantor, di jalan bahkan di mesjid. Karena selama sebulan memanfaatkan waktu supaya bisa tamat tiga puluh jus. Bahkan ada yang 2-3 kali tamat Al Quran dalam sebulan. (saya saja belum bisa sampai berkali-kali tamat) Bagaimana tidak, saya lihat sendiri, bagaimana bisa sampai seperti ini. karena ditiap kesempatan yang ada, orang ini selalu tadarrus.
5. Tidur lagi setelah shalat subuh.
Siapa yang seperti ini? hayo ngaku?.. Saya ngaku deh. Tidak bisa dipungkiri kantuk yang merajalela setelah shalat itu luar biasa godaannya. Dan akhirnya sampai tertidur. Daripada tidak konsen selama ngantor.
6. Ke kantor lebih lama dibanding hari di luar bulan Ramadhan.
Maksudnya begini, biasanya kan kita masuk jam 07.30 dan kalau di bulan Ramadhan itu masuknya jam 08.00 pagi. Saya cukup terbantu loh, karena dengan begitu tidur pagi lebih lama. (hahaha)
7. Tidur di kantor.
Siapa nih yang punya kebiasaan seperti ini? (saya tidak donk) Beberapa orang yang saya kenal ada yang seperti ini, sekalinya mulai siang, mereka sudah menghilang satu persatu. Kemana? Ya kemana lagi kalau bukan ke mushallah, perpustakaan, bahkan di bawah kolong meja juga menjadi tempat tidur mereka.
8. Shalat jamaah dan kultum.
Ini kebiasaan yang baik di bulan Ramadhan, shalat jamaah biasanya pesertanya itu itu saja. Tapi sekarang malah bertambah dan bervariasi malah. Saya katakan bervariasi, karena di isi dengan anak-anak karyawan yang lagi liburan. Daripada liburan kemana-mana mending di bawa ke kantor dan turut meramaikan. Setelah shalat dilanjutkan kultum, yang tiap harinya berbeda-beda orangnya.
9. Pulang lebih cepat.
Biasanya nih pulang jam 4 sore, tapi sekarang pulang jam 3. Supaya apa? Ya supaya bisa membuatkan hidangan berbuka puasa bagi keluarga.
10. Buka puasa bersama teman sekaligus reunian.
Buka puasa bersama sekaligus ajang reunian kerap terjadi. Bisa kita lihat di warung makan, banyak orang berkumpul dalam satu meja dengan usia yang sama, atau mungkin dengan latar belakang tempat kerja yang sama, atau oraganisasi yang sama.
11. Buka puasa di kantor jika ada rapat diluar jam kerja.
Kalau ini sih, tahun ini lebih rajin buka puasa di kantor karena ada kegiatan sampai malam.
12. Ngabuburit bersama teman.
Kadang saya salah artikan ngabuburit. Kalau mau diartikan saat kita menunggu datangnya waktu Magrib. Sekarang malah beredar di situs jejaring sosial kepanjangan dari ngabuburit yaitu Ngajak Buru Buru Merid, (hahahaha) ada-ada saja.
13. Olahraga, olah pikiran, dan olah hati.
Jangan sampai malas mengolah kepoin di atas ya. Kalau tidak bisa olahraga seperti biasa, cukup dengan olahraga ringan saja, minimal satu jam sebelum berbuka puasa. Olah pikiran, kita bisa membaca buku, berdiskusi tentang tema-tema yang lagi hits. Atau mungkin menulis di blog, buku atau media lainnya. Sedangkan olah hati, ya seperti istilah anak kekinian jangan sampai baper (bawa perasaan). Yang sabar, ikhlas, dan bisa saja banyak istigfar, dzikir dan berdoa kepada Allah supaya diberikan jodoh yang terbaik eh.
14. Banyak ibadah, zakat, dan sedeqah.
Salah satu kewajiban kita umat muslim di bulan Ramadhan yaitu membayar zakat fitrah. Kalau mau lebih jelasnya bisa browsing ya. Soalnya saya bukan guru agama, atau alim ulama. Setidaknya dalam bulan Ramadhan salah satu yang patut disyukuri karena ibadah diperbanyak, kegiatan sosial juga diperbanyak.
Harapan saya, kegiatan yang positif dibulan Ramadhan mengapa tidak kita lanjutkan saja di luar bulan Ramadhan. Waktu kita di dunia semakin sempit, mengapa tidak kita mengisi dengan hal-hal yang positif?
Semoga tahun ini bukan Ramadhan yang terakhir bagi kita semua. Dan yang masih sendiri di tahun ini, mudah-mudahan tahun depan sudah tidak sendiri lag (khusus yang single). Semoga doa-doa kita di ijabah olehNya. Amin.
Wassalam.
Rabu, 15 Juni 2016
Berteman dengan malas? Apa salahnya?
Saya, juga termasuk beberapa orang di sekitarku, tidak bisa menghindari penyakit malas. Saya katakan penyakit, karena kadang datang kadang pergi. Kadang malas membersihkan rumah, malas mengangkat telepon, malas mencuci piring, malas berolahraga, malas bergerak, malas beranjak dari tempat tidur, malas belajar, malas bekerja, malas menulis, bahkan malas mengunyah alias malas makan. Kamu salah satu dari yang saya sebut? Tersinggung? saya sih malas menanggapi.(hahaha).
Malas dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) artinya tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu. Siapapun bisa kena, mau diri sendiri, ayah, ibu, kakak, adek, nenek, kakek, tante, om, teman, tetangga dan siapa saja yang berada di sekitarmu. Mungkin saat saya sebutkan, kalian sudah terbayang siapa saja yang mempunyai penyakit malas untuk waktu tertentu bahkan untuk kegiatan tertentu. Kapan waktunya? Ya bisa saja sekarang, saat kalian melihat tulisan yang tidak penting ini. (hahahaha).
Bagaimana cara mengatasi rasa malas? Ah saya tidak bisa sharing tips-tips sih. Cuma ada beberapa yang saya lakukan apabila sudah terlanjur malas. Pertama bangun motivasi diri, setidaknya bicara pada diri sendiri saya tidak akan malas-malasan. Harus bergerak, aktif, tidak boleh berdiam diri. Memotivasi diri bahwa malas hanya membuang-buang waktumu. Malas tidak akan membuatmu maju, malas tidak akan memberikanmu uang.
Saya pernah menonton sebuah film, saya lupa judulnya apa. Tapi film itu menceritakan kisah saat dunia hanya bisa dibayarkan dengan waktu. Ya, tiap kali kita kerja, maka kita dibayar dengan waktu. Maka semakin lama kita bekerja, waktu kita di dunia akan semakin lama. Tapi untuk membeli kebutuhan sehari-hari juga dengan waktu. Kalau jaman sekarang, apapun yang kita beli butuh uang, bekerja juga karena butuh uang. Orang kaya raya memiliki waktu yang tidak terbatas. Melihat film tersebut saya sadar bahwa kita tidak bisa hanya menyia-nyiakan waktu hanya untuk bermalas-malasan. Bergerak dan terus bergeraklah. Kalau badan tidak bergerak maka akan bermasalah dengan badan. Otot yang tidak atau jarang digunakan akan membuat tubuh kita menjadi timbunan lemak yang biasa disebut kegemukan.
Saya juga pernah mendengar quote seperti ini dari guru saya, “ tidak ada orang yang bodoh di dunia ini, yang ada hanyalah orang malas”. Ya, bisa dibuktikan sendiri, orang yang mungkin dikira bodoh saat SD tapi saat SMP malah dapat ranking satu, justru kebalikan dari kamu mungkin? Kamu tahu kenapa seperti itu? Karena dia mengesampingkan penyakit malasnya untuk belajar.
Ada satu lagi yang mejadi kepikiran saya kali ini. Malas bisa membuat orang lebih kreatif. Karena malas mengerjakan apa-apa terlalu lama, maka dibuatlah metode untuk mempermudah pekerjaannya. Contohnya TV jaman dulu itu tidak ada yang namanya remote. Setiap mau pindahkan siaran, harus jalan ke depan TV terus pencet-pencet tombol. Nah, kalau sekarang ? mana ada TV yang tidak pakai remote? Untuk apa? Untuk memudahkan si pemiliknya supaya tidak perlu ke depan TV hanya untuk memencet tombol. Satu lagi contoh, dulu bahkan duluuuu sekali. Masih jamannya ibu waktu kuliah mana ada kendaraan umum. Ibu hanya bisa berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lain. Nah sekarang? Semua dimudahkan, mau ke depan lorong bisa naik becak. Mau ke pasar bisa naik motor. Mau ke kantor bisa naik mobil. Entahlah, itu hanya salah satu pikiran saya saja. Kalau malas memasak nasi, ada rice cooker. Malas mencuci, ada mesin cuci. Menurut saya, tempatkanlah malas pada tempatnya. Ya kalau lagi butuh dikeluarkan, kalau tidak ya dimasukkan kembali ke tempatnya. Asalkan jangan keterusan ya. Apalagi kalau malas bekerja, terus duit dapat darimana? Warisan? Jatuh dari langit? (hahaha) dan yang paling penting jangan malas cari jodoh (uhuk khusus yang single). Kata orang tua dulu, “ jangan malas-malasan nanti rejekinya dipatok ayam”.
Saya sertakan sebuah lirik yang mungkin menjadi salah satu kebiasaan kalian di hari Minggu dan juga kadang-kadang menjadi kebiasaan saya. (hahaha)
Coba searching di google atau sekalian di youtube untuk mendengarkan langsung lagu ini. Judulnya Minggu Malas – Tony Q Rastafara
Minggu siang bermalas-malasan
Setelah bercumbu dengan malam
Tak jumpa cerahnya pagi
Ku asyik menggumuli selimut
Malas... Malas...
Minggu siang bermalas-malasan
Aku ingin memanjakan badan
Hindari semua kesibukan
Ku matikan telepon genggam
Malas... Malas...
Jam dua belas lewat lima menit mataku baru terbuka
Masih ingin berpelukan mesra dengan bantal guling seharian
Feeling ingin minum kopi
Juga pergi ke kamar mandi
Minggu siang bermalas-malasan...
Kalau ada yang tersinggung, dimaafkan ya. Syukur-syukur kalau mau memperbaiki diri lebih baik lagi.
Rabu, 08 Juni 2016
Ada 6 Kebiasaan dalam Menyambut Ramadhan
Jumat, 18 Juli 2014
My Big Dream
List paling utama memberangkatkah haji kedua orang tua. Salah satu impian terbesar mereka yang menjadi impianku juga.Hidup yang sederhana dari gaji PNS dan harus menghidupi kami berempat membuat keduanya hanya fokus membiayai sekolah dan kehidupan kami sehari-hari, Alhamdulillah setelah saya dan adik kedua bekerja keuangan mulai longgar.
List kedua, mau punya rumah yang ada garasi dan halamannya luas. Mengapa saya ingin begini, karena rumah yang kami pas-pasan hanya bisa parkir motor apalagi jalanan depan rumah tidak bisa dilalui mobil. Padahal kan saya mau beli mobil juga. Mengapa harus memiliki halaman luas? impian saya jika mempunyai keluarga kami bisa berkumpul di sana, bercengkerama, bercanda tawa dengan mereka. Halaman juga bisa ditanami tanaman obat dan rempah-rempah juga bisa ditanami tanaman hias dan tempat bermain anak-anak.
List selanjutnya,mobil warna pink..Kalau lihat mobil warna pink di jalan raya itu serasa gemes mau segera miliki, dari bonus Oriflame bisa membelikan mobil juga buat orangtua, kasihan mereka dari dulu hanya mengendarai motor. Eh ada mobil gratis juga dari Oriflame loh, Honda C-RV nah ini yang nanti menemani mobil pinkku di garasi mobil.
List keempat, bebas finansial. Dengan memilik banyak penghasilan, bebas dari hutang dan bisa berinvestasi supaya bisa diwariskan ke anak cucu.
List terkahir , mau keliling dunia. Saya tiba-tiba teringat saat SD, kami disuruh menggambar dan menceritakan apa impian kami. Nah naiklah saya ke depan dan menceritakan kalau ingin keliling dunia. Semakin mantaplah pilihanku di Oriflame yang bisa dapat hadiah jalan-jalan keluar negeri gratis pula.
Semoga impian-impianku ini segera terwujud. Berani bermimpi setinggi mungkin, tuliskan dan bagikan maka jagad raya akan mendukungmu !Sabtu, 12 Juli 2014
Pembicaraan mengenai Oriflame di saat sahur
Hari ini sahur kedua kami(adik bungsu dan saya) cuma berdua di rumah. Orang tua dan penghuni rumah yang lain pulang ke kampung halaman. Setelah makan sahur, adik asyik mencuci piring sedangkan saya menonton tv. Setelah melihat iklan di tv, ada penawaran rumah dengan cicilan 15 juta sebulan. Terjadilah percakapan kami. Berikut percakapan saya bersama adik.
Saya : Wah kalau mau rumah dengan cicilan begini level harus cepat naik nih di Oriflame supaya penghasilan juga naik. (mengomentari iklan yang tadi)
Adik : K' jadi kalau masuk di Oriflame bisa dapat gaji sebanyak itu?
Saya : Iya.
Adik : Itu dalam bentuk apa?
Saya : Uang donk ditransfer langsun ke rekening kita. Kita dapat gratisan juga keluar daerah hadiri seminar, bermalam di hotel bintang 5.
Adik : Kalau keluar negeri?
Saya : Iya bisa donk, bahkan bulan 9 ini akan ada jalan-jalan ke 3 negara, 6 kota pakai kapal pesiar .
Adik : yang dilakukan itu seminar Oriflame?
Saya : Iya, ada testimoni dari orang-orang sukses di Oriflame, selebihnya bersenang-senang.
Adik : Mereka yang terpilih yang dapat hadiah gratis jalan-jalan?
Saya : Bukan yang terpilih sebenarnya, tapi mereka yang memenuhi syarat.
Adik : Asyik donk, memang kerjanya kayak bagaimana?
Saya : Kita hanya belanja produk Oriflame tiap bulan, mengajak orang masuk menjadi member, dan membina mereka. Itu saja yang diulang. Semakin banyak orang yang direkrut dan mereka belanja, semakin cepat mengumpulkan poin maka semakin cepat naik level.
Adik : Kalau kuliah saya mau masuk, tapi teman gaulku sedikit, tidak tau merekrut.
Saya : Tidak lihat ya saya juga kurang bergaul, teman sedikit tapi masih bisa merekrut, masih bisa naik level. Dari penjualan juga bisa dapat keuntungan 23%.
Adik : Jadi kita tidak punya kantor ya? Bisa dikerja dari rumah?
Saya : iya, lihat saya kalau pulang dari kantor langsung ke rumah.Saya kerjakan via online. Daftarkan orang cuma dengan online, order barang via online barangnya datang ke rumah tinggal dibayar. Mau dilakukan dimanapun dan kapanpun..
Adik : Wah jadi semua orang bisa daftar donk.Bisa IRT, mahasiswa, pegawai kantoran karena tidak ada kantor, tidak ada bos juga, tidak terbatasi waktu. Jadi yang duluan masuk bisa dapat bonus lebih besar?
Saya : Tidak juga, kalau mereka tidak kerja ya tentu tidak dapat bonus. yang kerja yang dapat hasil. Bisa saja kamu belakangan masuk tapi karena kerja bonusnya lebih besar. Sudah banyak contoh kasus seperti itu. Bahkan jaringan di bawahnya sudah dapat bonus cash award dan mobil.
Adik : Kapan bisa didapat?
Saya : Kalau kita sudah di level tertentu. Kalau sekarang yang kukejar itu penghasilan 4juta/bulan dan sampai 6 bulan mempertahankan bisa dapat cash award 7 juta langsung ditransfer ke rekening tanpa pajak. Bayangkan saja sekarang penghasilanku di Oriflame bertambah setiap bulan padahal yang dikerjakan kapanpun dimanapun. Berbeda dari kerjaan di kantor, dari jam 7.30 sampai jam 4.Kerjaan itu-itu saja tapi gajinya pertahun baru naik.
Berlanjutlah pembicaraan kami di depan tv sambil menunggu adzan subuh.
Saya : Makanya saya ingin sekali kamu masuk juga.Ada yang masuk sejak SMA sekarang bonusnya sudah puluhan juta dan sudah dapat 2 mobil gratis. Modal daftarnya saat ini masih Rp 49.900.
Adik : Iya k'.
Adzan subuh berkumandang saatnya menunaikan kewajiban. Pembicaraan pun diakhiri.
More info bisa klik ini www.mudacantikberduit.com
Fb : risma.yw@gmail.com
Selasa, 01 Juli 2014
Level baru dipenghujung Juni !!!
Kamis, 26 Juni 2014
Special Training "Makin Cantik Makin Ahli" by Oriflame
Saya ingin mengulas beberapa hal penting dalam kegiatan yang telah dilaksanakan pada hari Selasa, 24 Juni 2014 bertempat di Kantor Cabang Oriflame Makassar. Beberapa hari sempat dilema sih, karena saya kan kerja kantoran dan kegiatannya dilaksanakan pada jam kantor dan lebih dilema lagi karena hari kedua terakhir untuk kursus menjahitku. Hehehe, tapi yang namanya dilema jangan lama-lama, akhirnya saya memutuskan harus ada yang dikorbankan demi mendapatkan ilmu apalagi dari Ahli Skin Care Oriflame langsung didatangkan dari Dublin Irlandia Emma Kearney.
Bersama teman kantor berangkatlah kami menuju kantor Oriflame dengan menggunakan angkutan umum, sebenarnya saya mau naik motor tapi berhubung belum bisa membonceng orang yang lebih berat dari saya, maka dari itu pilihannya jatuh pada Angkutan Umum atau disini dibilang pete-pete. Tidak sampai 15 menit kami sampai di Kantor Cabang Oriflame Makassar. Peserta mulai berdatangan di meja registrasi. Ada pemeriksaan kulit wajah tapi karena antrian yang panjang, belum tiba giliran acara sudah mau dimulai. Betapa rempongnya karena sayajuga harus ke kasir membayar tagihan dan antrian juga lama. Yah begitulah lika-liku NgeOriflame, kalau tidak dinikmati nanti malah jadi stress sendiri. (cukup sekian curhatnya)
Ok kita masuk dalam rangkaian acara, pertama acara dibuka dengan kalimat pengantar oleh Ibu Roslina Situmeang, kesan pertama lihat beliau WOW Marketing Director Oriflame ini cantik dan punya wajah mulus. Beliau lalu bercerita mengenai bagaimana merawat wajahnya supaya tidak tampak seperti umur 40+. Perawatan juga tidak instan, ada step-step yang harus dilalui sebelum menjadi seperti sekarang. Salah satu tipsnya, walaupun beliau capek setelah pulang kerja make-up harus dibersihkan, karena kalau tidak dibersihkan itulah yang membuat wajah bisa menjadi kusam,bahkan menimbulkan masalah kulit lainnya.
Nah acara dilanjutkan oleh kedatangan Ibu Tussi Inggriani (Product Specialist Oriflame Indonesia). Beliau juga tidak nampak berumur 47 tahun loh. Kalau di usia 40+ kita sudah sangat berhati-hati terhadap paparan sinar matahari.Paparan sinar matahari, daerah kering juga asap rokok. Kalau memang bisa dihindari hindarilah! Karena kalau secara langsung asap rokok masuk ke kulit kita maka akan membuat kulit menjadi kering dan rusak. Diet yang salah juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Untuk kulit yang kering disarankan sebelum menggunakan night cream atau day cream pakailah serum terlebih dahulu. Kalau sel kulit kita rusak maka elastisitas kulit kita sudah tidak kenyal dan kehilangan kekencangannya. Solusinya gunakan produk terbaik dari Oriflame, jangan pakai produk yang lagi diskon nanti cantiknya juga diskon..Hahaha (sempat ngakak juga dengar ini).
Masuklah kita ke acara inti, Emma Kerney didampingi oleh ASM pak Roni. Mungkin karena aksen Irlandia yang kental dan ngomongnya juga tidak cepat jadi pengucapannya masih bisa saya mengerti, tapi tetap saja lebih nyaman mendengarkan bahasa Ibu yaitu Bahasa Indonesia dari Pak Roni (hahaha). Pertama Ibu Emma sangat senang karena bisa hadir di sini. Apa yang kita lakukan hari ini? adalah kita belajar mengenai Anda, mengenai Kulit Anda dan juga kelebihan dari Oriflame dan dua produk Oriflame yaitu Optimals dan Royal Velvet. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan kita mengenai Skin Care.
Ada tiga lapisan pada kulit kita : Pertama Epidermis, Kedua Dermis, dan ketiga Hipodermis. Kulit kita menjadi penghubung dengan semua yang ada diluar tubuh kita. Kulit kitajuga berfungsi untuk menghindari semua yang buruk masuk ke dalam tubuh dan yang baik keluar dari tubuh. Bukan merawat saja kita harus memastikan kulit kita terjaga kesehatannya. Lapisan pertama : terbentuk dari sel-sel terbaru. Skin Care yang baik itu bisa menembus lapisan Epidermis. 2. Lapisan Dermis Isinya adalah kolagen dan elastin. Kolagen membuat kulit kita menjadi kenyal, dan elastin membuat kulit kita elastis. Ada beberapa pembuluh darah diantara lapisan ini yang bisa mengantarkan rangsangan sentuhan, panas, dingin. Sebagai contoh jika menggunakan Cream Oriflame Royal Velvet. Tubuh kita ada 70% cairan, di kulit kita ada 1/4 cairan dari seluruh tubuh. 3. Lapisan Hipodermis Isinya dari lemak, tugasnya untuk menjaga lapis paling bawah dan bereaksi melindungi kita dari benturan atau reaksi dari luar. Hipodermis juga membuat tampilan kulit luar kita.
Sekarang kita masuk ke jenis kulit : ada berminyak, kombinasi dan kering. Kita tidak punya kulit dalam satu waktu. Belum tentu kulit kita sama sejak bayi sampai sekarang seiring dengan bertambahnya usia dan juga cuaca. Bisa saja dalam satu tahun atau beda musim kulitkita berganti jenis. kita harus tahu kondisi kulit kita. Ini juga bagaimana kita memberi tahukan kepada costumer kita. Oriflame punya tester kulit bagaimana kondisi kulit kita saat ini. Ini tester kulitnya.
Materi kali ini dikhususkan untuk kulit berminyak, jadi untuk yang kulit berminyak disarankan menggunakan rangkaian produk khusus untuk kulit berminyak dari Oriflame.Agar menghindari aktifnya sebum di kulit kita yang biasanya menyebabkan jerawat dan segala macam masalah kulit lainnya di wajah. Kulit berminyak juga harus memakai pelembab khusus untuk kulit berminyak. Kalau kulit kombinasi tidak masalah kita menggabungkan 2 produk. Misalnya diaplikasikan di dahi yang berminyak dan di pipi untuk pelembab All Skin. Ibu Emma juga merekomendasikan Produk Pure Skin Face Scrub untuk kulit berminyak dan berjerawat dan juga Bioclinic untuk menghilangkan bekas jerawat.
Masuk ke produk unggulan Oriflame Rangkaian Produk Royal Velvet yang sudah diproduksi sejak tahun 1970, terbukti membuat kulit menjadi lebih halus dan kencang setelah pertama kali pengaplikasiannya.
Tambahan lagi dari Ibu Emma, untuk anak usia 12 tahun belum bisa menggunakan produk untuk wajah. Kalau mau melindungi dari sinar matahari bisa menggunakan produk Sun ZOne untuk anak-anak usia 1 tahun ke atas.
Mungkin itu dulu ya, kalau mau bahas lebih lanjut kayaknya harus disediakan beberapa sesi. More info bisa langsung menghubungi saya via email atau fb : risma.yw@gmail.com | 763B19BD | www.mudacantikberduit.com
Jumat, 04 Oktober 2013
Waktu kan menjadi obatnya
Ini bukan tentang kamu,
Ini bukan tentang dia,
Ini bukan tentang mereka,
Ini tentang aku...
Ini tentang rasaku,
Ini tentang cintaku,
Ini tentang benciku,
Ini juga tentang sakit hatiku,
Waktu kan menjadi obatnya...
Minggu, 01 September 2013
Renang yuk
Setelah 6 bulan lebih berhenti belajar renang. Akhirnya setelah lebaran saya memutuskan belajar lagi. Ini juga karena ada ajakan dari 3 orang teman eh sodara yang juga mau belajar renang. Jadilah mereka hunting baju renang sekaligus kacamata renang alias googless (mudah-mudahan tidak salah sebut). Pertama kali masih kaku dan lumayan membuat seluruh tubuh pegal-pegal terutama lengan. Maklum karena berhenti terlalu lama. Tapi syukur karena skillku masih ada.haha...sempat takut sih jangan sampai saya harus mengulang dari awal, tapi ternyata tidak. Asalkan sudah terbiasa, lama kelamaan akan santai di air. Seperti latihan tadi saya sudah bisa menyebrang ke tengah-tengah tanpa didampingi teman. Setidaknya saya sudah berhasil dan maju ke step berikutnya.
Revitalisasi Peran Muslimah dalam Perubahan Peradaban
Diskusi yang diadakan oleh Forum Komunikasi Muslimah diawali dengan acara pelantikan. Kemudian acara pembukaan. Rangkaian acara pembukaan menampilkan sambutan ketua demisioner, ketua yang baru dan juga pembina dari Forum Komunikasi Muslimah disingkat FKM. Tidak lupa juga acara hiburan dari anak-anak yang menari 2 tarian kreasi.
Acara kemudian berlanjut pada diskusi, narasumber adalah pembina FKM sendiri. Pertama melihat ibu ini masih segar dan masih muda, aktif dan luwes. Ternyata beliau sudah berumur 46 tahun. Diskusi membahas seputar peran seorang perempuan. Tiga peran yang harus ada pada perempuan, yaitu sebagai seorang istri, ibu, dan seorang wanita. Kita tidak bisa hanya memilih salah satunya. Beberapa permasalahan rumah tangga juga sempat dipaparkan. Salah satu ungkapan dari beliau, kalau amanah yang besat maka kapasitas juga harus besar. Dengan mendengar pemaparan beliau. Sedikit banyak memberikan pengetahuan baru bagi saya khususnya (walaupun berperan jadi istri maupun ibu) dan bagi ibu-ibu yan berada di forum tadi. Materi tadi memberikan wawasan baru, cara berpikir yan baru. Lumayan menjadi bekal jika kelak saya menjadi istri, ibu, dan sebagai perempuan.
Minggu, 25 Agustus 2013
Qui' Qui' Makassar : Komunitas Perajut Makassar
Beberapa waktu lalu lihat percakapan di grup whatasp, ternyata ada komunitas perajut Makassar yang diberi nama Qui' Qui'. Bisa langsung lihat websitenya Kegiatannya ini seputar merajut. Cara merajut dan ada cara buat pola. Terigat zaman smp dulu, ada tugas merajut. Rajutanku lumayan rapi loh. Tertarik sih untuk merajut, tapi mungkin karena keterbatasan waktu jadi belum sempat belajar kembali.
Kamis, 22 Agustus 2013
Queen In Hyun's Man
Minggu, 18 Agustus 2013
Peringatan HUT Kemerdekaan RI KE 68
Salam kemerdekaan...Kemarin genap 68 tahun kemerdekaan RI. Seperti biasa tiap tahun rakyat Indonesia merayakannya. Perayaannya juga bermacam-macam. Instansi pemerintah juga merayakan dengan melakukan upacara bendera. Begitu juga di instansi pemerintah tempatku sekarang mengabdi. Upacara bendera berlangsung dengan khidmat. Secara keseluruhan upacara berjalan dengan lancar. Di tengah kesibukan seminar bisa juga latihan dan hasilnya cukup memuaskan. Setelah upacara selesai dilanjutkan dengan pertandingan makan kerupuk bagi anak-anak dan bapak-bapak.(lucu sangat kalau dilihat langsung). Ada lomba menghafal surat pendek, lomba meniup balon. Kalau untuk staff lombanya tenis meja (saya juara 3 loh). Suasana begini walaupun cuma di lingkungan kantor membuat kebersamaan semakin erat. Setelah perlombaan dilanjutkan dengan makan bakso.(mmmm nyammi)..Sssttt..sekedar info seragam yang dipakai baru kedua kalinya..
Ini gambar yang dijepret dengan kamera hape seadanya.
Jumat, 16 Agustus 2013
Parfum Love Potion
Saya tidak terbiasa memakai parfum. Sudah lama terakhir kali saya memakainya. Alasan mengapa selama ini tidak memakainya karena tiap saya pakai parfum, pemakaian pertama masih bagus tapi selanjutnya aromanya yang wangi menjadikan kepalaku pusing. Beberapa parfum yang kucoba, cocok di awal tapi selanjutnya membuatku pusing. Tapi sejak ada parfum dari Oriflame ini, saya mulai memakai parfum ini. Aromanya yang lembut tidak membuatku pusing. Pemakaian pertama sampai sekarang tidak membuat kepalaku pusing. Sepertiya parfum ini cocok untuk saya. Wanginya juga tahan dari pagi sampai sore..Cara pakainya disemprotkan sedikit di belakang telinga. Bentuk botolnya lucu. Sempat bingung juga bagaimana membuka tutup botolnya, tapi dengan perjuangan keras akhirnya bisa juga..Ini saya sertakan gambarnya.
www.mudacantikberduit.com










